Posted by: surryantodw | July 1, 2008

Guru Bahasa Mandarin Gelombang Kedua dari China

 

Sebanyak 40 orang guru bantu Bahasa Mandarin didatangkan dari China. Pengiriman guru bantu dari China gelombang kedua ini akan diterjunkan ke sepuluh provinsi di seluruh Indonesia.
Pengiriman guru native speaker Bahasa Mandarin ke Indonesia merupakan kerjasama Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) dengan Kementerian Pendidikan Republik Rakyat China (RRC). Gelombang ini merupakan susulan dari tahap pertama yang berlangsung pada Juli 2004 sampai Juni 2005 lalu.
Para pengajar relawan tersebut mempunyai taraf pengajaran Bahasa Mandarin yang bagus. Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo mengemukakan kehadiran mereka penting karena jumlah guru yang memiliki kualitas sebagai tenaga pengajar Bahasa Mandarin sangat terbatas. ” Kedatangan mereka sangat berperan untuk meningkatkan pembelajaran Bahasa Mandarin di Indonesia,” kata Bambang dalam sambutannya di depan para guru Bahasa Mandarin, hari ini, di Depdiknas, Jakarta.

 

 

China menyambut baik kerjasama pendidikan dengan Indonesia. Kerjasama di bidang pendidikan tersebut mempunyai potensi sangat besar untuk mempererat hubungan persahabatan kedua negara. ”Kami menyambut gembira Depdiknas Indonesia telah memutuskan  membuka secara bertahap mata pelajaran Bahasa Mandarin sebagai mata pelajaran pilihan di tingkat sekolah menengah atas,” kata Xue Yun Gang, Consuler Kedutaan Besar RRC untuk Indonesia, mewakili Lan Lijun, duta besar China.

 

Rencana Depdiknas menerapkan penggunaan Bahasa Mandarin bagi lebih dari 8000 sekolah mendapat dukungan dari China. Xue menyambut baik keputusan penting dalam sejarah perkembangan pendidikan Indonesia. ”Kami memberikan penghargaan tinggi terhadap hal ini. Berkat usaha aktif kedua pihak, kecenderungan pendidikan Bahasa Mandarin berkembang baik di Indonesia,” ujar Xue. 

 

Direktur Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Dirjen PMPTK) Fasli Jalal menyampaikan penempatan guru bantu Bahasa Mandarin tahun ini meningkat. ”Tahun lalu jumlahnya dua puluh orang, saat ini empat puluh orang, ini berarti naik dua kali lipat,” kata Fasli. 

 

Menurut Fasli guru bantu tersebut akan diterjunkan ke provinsi DKI Jakarta, Jawa Tengah, Riau, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Lampung, Sumatera Utara, Banten,  Jawa Timur, dan Jawa Barat. ”Sebanyak 37 orang guru ditempatkan di 34 SMA negeri maupun swasta, dua orang ditempatkan di PPPG Bahasa, dan satu orang ditempatkan di BKPBM Jakarta,” jelas Fasli.***

 


Responses

  1. kalau untuk pelatihan laoshi men yang di indonesia ke china adanya kapan?thx


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: